KalkulatorUMKM
8 tools gratis untuk keputusan usaha harian

PERENCANAAN PENJUALAN

Cara Mengubah Target Laba Menjadi Target Omzet Harian

Turunkan target laba bulanan menjadi kebutuhan omzet bulanan dan harian yang dapat dipakai untuk merencanakan transaksi, stok, serta promosi.

Gunakan Target Omzet sekarang →

Rumus yang digunakan

Target omzet = target laba ÷ estimasi margin; Target harian = target omzet ÷ hari operasional

Estimasi margin harus berasal dari data usaha yang realistis. Margin 30% berarti sekitar Rp30 dari setiap Rp100 omzet tersisa sebagai laba setelah biaya yang dimasukkan.

Langkah menghitung

  1. Tentukan target laba yang dibutuhkan usaha dan pemilik dalam satu bulan.
  2. Gunakan margin rata-rata dari catatan beberapa periode, bukan margin produk terbaik saja.
  3. Hitung kebutuhan omzet bulanan dan bagi dengan jumlah hari usaha benar-benar beroperasi.
  4. Bagi target harian dengan rata-rata nilai transaksi untuk memperkirakan jumlah pelanggan atau pesanan.

Contoh perhitungan

Kondisi: Target laba Rp5.000.000 per bulan, estimasi margin 30%, dan 26 hari operasional.

Hitungan: Rp5.000.000 ÷ 30% = Rp16.666.667; kemudian Rp16.666.667 ÷ 26

Hasil: Target omzet sekitar Rp16,67 juta per bulan atau Rp641 ribu per hari.

Cara membaca hasil

  • Target perlu diterjemahkan menjadi jumlah transaksi, produk, atau jam kerja yang masuk akal.
  • Jika target terlalu tinggi, perbaiki kombinasi harga, margin, kapasitas, atau biaya—jangan hanya menekan tim penjualan.
  • Tinjau target setiap kali margin rata-rata atau jumlah hari operasional berubah.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menggunakan margin perkiraan yang tidak didukung catatan biaya dan penjualan.
  • Membagi target dengan 30 hari meskipun usaha tidak buka setiap hari.
  • Menetapkan target omzet tanpa memastikan stok dan kapasitas mampu memenuhinya.