KalkulatorUMKM
8 tools gratis untuk keputusan usaha harian

KAS USAHA

Cara Menghitung Arus Kas Bersih dan Saldo Akhir

Pantau uang yang benar-benar masuk dan keluar agar usaha dapat membayar stok, gaji, sewa, dan kewajiban tepat waktu.

Gunakan Arus Kas sekarang →

Rumus yang digunakan

Arus kas bersih = uang masuk − uang keluar; Saldo akhir = saldo awal + arus kas bersih

Arus kas menggunakan waktu perpindahan uang yang sebenarnya. Penjualan kredit belum menjadi kas masuk sampai pelanggan membayar, sedangkan pinjaman menambah kas tetapi bukan laba.

Langkah menghitung

  1. Tentukan satu periode dan catat saldo kas atau rekening usaha pada awal periode.
  2. Jumlahkan seluruh uang yang benar-benar diterima, termasuk pelunasan piutang dan tambahan modal.
  3. Jumlahkan seluruh pembayaran yang benar-benar keluar, termasuk stok, gaji, sewa, cicilan, pajak, dan penarikan pemilik.
  4. Hitung arus kas bersih dan cocokkan saldo akhir dengan uang tunai serta rekening usaha.

Contoh perhitungan

Kondisi: Saldo awal Rp2.000.000, uang masuk Rp15.000.000, dan uang keluar Rp11.500.000.

Hitungan: Arus kas bersih = Rp15.000.000 − Rp11.500.000; saldo akhir = Rp2.000.000 + Rp3.500.000

Hasil: Arus kas bersih Rp3.500.000 dan saldo akhir Rp5.500.000.

Cara membaca hasil

  • Arus kas positif membantu likuiditas, tetapi belum membuktikan bahwa usaha menghasilkan laba.
  • Selisih antara catatan dan saldo nyata perlu diperiksa sebelum periode berikutnya.
  • Buat proyeksi mingguan jika pembayaran pemasok dan penerimaan pelanggan sering berbeda waktu.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mencatat faktur penjualan yang belum dibayar sebagai uang masuk.
  • Menganggap pinjaman sebagai pendapatan usaha.
  • Mencampur rekening pribadi dan rekening usaha sehingga saldo sulit diperiksa.