KAS USAHA
Cara Menghitung Arus Kas Bersih dan Saldo Akhir
Pantau uang yang benar-benar masuk dan keluar agar usaha dapat membayar stok, gaji, sewa, dan kewajiban tepat waktu.
Rumus yang digunakan
Arus kas bersih = uang masuk − uang keluar; Saldo akhir = saldo awal + arus kas bersih
Arus kas menggunakan waktu perpindahan uang yang sebenarnya. Penjualan kredit belum menjadi kas masuk sampai pelanggan membayar, sedangkan pinjaman menambah kas tetapi bukan laba.
Langkah menghitung
- Tentukan satu periode dan catat saldo kas atau rekening usaha pada awal periode.
- Jumlahkan seluruh uang yang benar-benar diterima, termasuk pelunasan piutang dan tambahan modal.
- Jumlahkan seluruh pembayaran yang benar-benar keluar, termasuk stok, gaji, sewa, cicilan, pajak, dan penarikan pemilik.
- Hitung arus kas bersih dan cocokkan saldo akhir dengan uang tunai serta rekening usaha.
Contoh perhitungan
Kondisi: Saldo awal Rp2.000.000, uang masuk Rp15.000.000, dan uang keluar Rp11.500.000.
Hitungan: Arus kas bersih = Rp15.000.000 − Rp11.500.000; saldo akhir = Rp2.000.000 + Rp3.500.000
Hasil: Arus kas bersih Rp3.500.000 dan saldo akhir Rp5.500.000.
Cara membaca hasil
- Arus kas positif membantu likuiditas, tetapi belum membuktikan bahwa usaha menghasilkan laba.
- Selisih antara catatan dan saldo nyata perlu diperiksa sebelum periode berikutnya.
- Buat proyeksi mingguan jika pembayaran pemasok dan penerimaan pelanggan sering berbeda waktu.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mencatat faktur penjualan yang belum dibayar sebagai uang masuk.
- Menganggap pinjaman sebagai pendapatan usaha.
- Mencampur rekening pribadi dan rekening usaha sehingga saldo sulit diperiksa.